Open Run LA Lights Streetball 2009 - YOGYAKARTA

Beberapa orang menyebutnya sebagai kota Keraton. Ada juga yang mengenalnya sebagai ’kota gudeg’. Atau mungkin bagi banyak orang, kota ini dikenal dengan tempat perbelanjaannya ”Malioboro”. Apapun itu sebutan yang diberikan bagi kota Yogyakarta, yang pasti kota ini merupakan salah satu kota yang memiliki komunitas streetball terbesar di Indonesia. Sebut saja Faballous, DIMA Streetball, Kere Streetball dan masih banyak lagi komunitas lain nya yang sudah terbentuk kurang lebih dalam 2-3 tahun terakhir. Memang benar, selama 4 tahun berturut-turut, kota Yogyakarta tidak pernah luput untuk menjadi tuan rumah dari kompetisi streetball terbesar di Indonesia ini. Apalagi, tahun ini kota Yogyakarta juga menjadi tuan rumah bagi kota-kota lain yang tidak kebagian untuk mengadakan kompetisi ini. Solo dan Semarang merupakan sebagian dari kota-kota tersebut yang tahun ini kurang beruntung untuk dapat menjadi tuan rumah kompetisi ini, padahal kita tahu bahwa kota-kota tersebut telah menghasilkan streetballer-streetballer ternama yang pernah ambil bagian di ajang kompetisi LA Lights Streetball.

Oleh karena itu, panitia pun menyingkapi hal tersebut dengan mengundang tim-tim, seperti LID (Semarang) dan Culture Ballers I (Solo) untuk hadir sebagai tim udangan, yang nantinya akan bermain pada hari ke-2.

Di samping itu, jatah maksimal 24 tim pun berhasil ditembus kali ini. Dengan semakin marak nya kompetisi streetball ini, banyak tim-tim pendatang baru yang ingin ikut bermain di dalam kompetisi ini. Alhasil, 27 tim terkumpul untuk dapat menunjukkan skill dan power nya di ajang kompetisi LA Lights Streetball ini.

30 Mei 2009 - Day 1

Tidak banyak yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kompetisi ini selalu diminati oleh banyak penonton dan streetballer. Terbukti dari penuh nya GOR UPN sejak pagi hari, di mana kompetisi ini diadakan. Beberapa muka-muka baru pun menghiasi lapangan streetball kali ini, dan banyak dari mereka yang dari awal sudah menunjukkan kemampuan masing-masing.

Tim yang paling menarik perhatian saya di kompetisi kali ini, adalah MPM Ballers. Tim ini bermaterikan pemain-pemain basket Libamanas (Liga Basket Mahasiswa Nasional), dan sudah pasti tidak diragukan lagi kemampuan bermain basketnya. Tapi apakah mereka dapat melakukan trik-trik streetball atau dunk-dunk yang memukau? Jangan salah, ternyata beberapa dari mereka telah terlebih dahulu mempelajari trik-trik streetball yang digunakan untuk melewati lawan. Dan beberapa big man mereka juga mampu melakukan dunk yang sangat spektakuler. Sudah pasti, tim ini akan menjadi salah satu tantangan berat bagi tim-tim undangan di hari ke-2.

Tim yang tidak kalah menarik adalah tim dari kota Solo, yaitu tim Culture Ballers II. Tim ini bermaterikan pemain-pemain eks profesional (IBL), yang memiliki skill bermain basket yang sangat tinggi. Tetapi berbeda dengan tim MPM Ballers, tim ini memiliki beberapa pemain yang memang cukup handal dalam bermain streetball, sehingga mereka dapat dengan mudah mendapatkan point melalui aksi-aksi handler dan dunk yang dapat menggoyahkan mental lawan.

Kedua tim ini pun akhirnya terbukti bahwa mereka layak disebut sebagai dua tim tertangguh di kompetisi streetball Yogyakarta kali ini, dengan menjadi dua tim terbaik yang terpilih untuk bertanding kembali di hari ke-2, bersama dengan tim-tim undangan. Beserta dengan mereka, ada 2 tim lainnya, yaitu 1st Team dan 2nd Team yang akan ikut bertanding di hari ke-2 kompetisi ini. Tim 1st dan 2nd ini berisikan gabungan streetballer-streetballer handal yang dipilih oleh para juri dari tim-tim yang telah tersisihkan di babak-babak awal.

31 Mei 2009 - Day 2

Di hari kedua ini, juara bertahan LA Lights Streetball tahun lalu, yaitu tim Faballous, adalah salah satu tim yang paling dinanti-nanti oleh seluruh insan streetball di kota Yogyakarta. Terlihat dengan begitu banyak nya pendukung yang telah memadati GOR UPN, dan para pemain yang telah siap untuk segera beraksi di lapangan LA Lights tersebut.

Tim LID, yang berasal dari kota Semarang, menjadi tim unggulan juara setelah berhasil mengalahkan tim-tim unggulan lainnya. Tim yang dimotori oleh pemain yang sudah tidak asing lagi di dunia streetball, yaitu Black Mamba dan Yoyo ini pun berhasil melewati lawan demi lawan dengan aksi-aksi freestyle dan trik-trik tipuan mereka. Dunk yang sangat keras pun seringkali dilakukan oleh bigman mereka. Tapi sangat disayangkan, tim yang memiliki nama lengkap ”Lumpia Is Delicious” ini harus tunduk terhadap tim unggulan lainnya, yaitu Culture Ballers I, yang mana pada hari sebelumnya, memang telah terbukti sangat tangguh dan patut ditakuti.

Salah satu tim unggulan lainnya yang ternyata harus berhadapan dengan Culture Ballers I di pertandingan final yaitu MPM Ballers, yang hari sebelumnya juga telah menunjukkan kekuatan mereka yang tidak terkalahkan. ”This final game will be a good game!”, ucap seorang penonton yang sejak pagi telah setia menyaksikan kompetisi streetball ini.

Pertandingan final pun berlangsung sangat seru. Kedua tim seringkali menunjukkan kemampuan-kemampuan dalam meng-handle bola dan melakukan dunk-dunk yang gokil banget! Tapi pada akhirnya, tim MPM Ballers dapat meyakinkan seluruh insan streetball di kota Yogyakarta bahwa mereka lah yang terbaik dengan mengalahkan tim Culture Ballers I 55-44.

Setelah pertandingan final tersebut, acara yang ditunggu-tunggu oleh seluruh penonton dan para streetballer pun berlangsung, yaitu pertandingan eksibisi antara National Allstars dengan Yogyakarta City Selection. Kali ini, 5 perwakilan dari tim National Allstars adalah Lana A.K.A. Money Man, Ijal A.K.A. Nightmare, Soleh A.K.A. Superman, Gandhi A.K.A. Nasty G, dan Andhika A.K.A. Department Of Defense. Seperti biasa, mereka melakukan aksi-aksi streetball yang dapat membuat penonton terperangah. Para dunker pun melakukan dunk-dunk yang sangat gila dan sanggup membuat GOR UPN serasa bergetar hebat. Sungguh AMAZING aksi-aksi para streetballer ini! Mereka memang layak menyandang gelar ”ALLSTARS”!

Pada acara penutupan kali ini, ada yang unik disaat pemanggilan tim juara, karena ternyata hampir seluruh penonton di GOR UPN tidak menyukai tim juara tersebut. Hanya cemoohan dan sindiran yang mereka dapat ketika mereka memasuki lapangan untuk dihadiahi medali beserta penghargaan lainnya. Hal ini disebabkan oleh karena tim MPM Ballers tidak memiliki pemain yang mungkin benar-benar ”streetball”. Streetballer di Indonesia ini sangat identik dengan melakukan trik-trik atau gerakan-gerakan freestyle di dalam pertandingan, sedangkan tim ini seringkali tidak mampu menyuguhi penonton dengan aksi-aksi tersebut. Mereka lebih sering bermain dengan gaya permainan ”straight basket”. Bagi saya, mereka tetap tim terbaik, karena mereka menjadi juara di kompetisi kali ini. Apabila para streetballer lain nya ingin dapat mengalahkan tim-tim seperti itu, maka kuatkan basic basket itu sendiri! Karena streetball is still BASKETBALL!

Congratz buat tim MPM Ballers dan Ari A.K.A. A Game (Best Rookie)! See you in Grand Final Jakarta!

Tags: ,


Related Posts:
  • [Open Run 2010] Yogyakarta - Semi Final Game 1
  • [Open Run 2010] Yogyakarta - Allstars Beat Da Clock
  • [Open Run 2010] Yogyakarta - Best Moments
  • [Open Run 2010] Yogyakarta - Day 2
  • [Open Run 2010] Yogyakarta - Day 1
  • Leave a Reply